Jumat, 07 Februari 2020

Malaikat Jibril dan Fir'aun


Terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam Sunan-nya dan di-hasan-kan oleh Abu Isa, dengan sanad dari Abdullah ibn Abbas bahwa Nabi bersabda;
"Manakala Allah menenggelamkan Fir'aun, dia berkata, 'Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercaya oleh Bani Israil." (QS. Yunus: 90). Jibril berkata, "Wahai Muhammad, seandainya kamu melihatku mengambil lumpur laut, lalu aku suapkan di mulutnya karena aku takut rahmat mendapatinya." 

Al-Qur'an telah menyampaikan kepada kita secara panjang lebar tentang Fir'aun, tentang kesombongan dan kelalaiannya, tentang sepak terjang dan perilakunya dalam menghadapi kebenaran. Al-Qur'an juga menyampaikan kepada kita tentang turunnya adzab Allah kepadanya dan bala tentaranya. Manakala Allah menenggelamkannya lalu membinasakannya, Jibril hadir untuk menyaksikan. Jibril telah memberitahu Rasulullah bahwa pada saat Fir'aun tenggelam dia berkata:
"Aku percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil"

Malaikat Jibril berkata;"

"Wahai Muhammad, seandainya kamu melihatku mengambil lumpur laut, lalu aku suapkan di mulutnya karena aku takut rahmat mendapatinya."

 
Jibril menyumbat mulutnya dengan lumpur laut, sehingga dia tidak bisa berucap kalimat tauhid, karena takut dia meraih rahmat Allah dan taubatnya diterima. Apa yang dilakukan oleh Jibril tidak lain karena kebenciannya yang sangat besar terhadap thaghut yang tenggelam dalam kekufuran dan kerusakan ini. Dia memerangi Islam dan memfitnah orang-orang beriman.

Mungkin ada yang berkata, ''Apa ruginya Jibril kalau Allah memberi rahmat kepada Fir'aun dan mengampuninya?'' Jawabnya adalah bahwa seorang hamba sampai pada keadaan membenci orang-orang dzalim di mana dia berdoa kepada Allah agar taubat mereka tidak diterima dan tidak dimasukkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar